Langsung ke konten utama

Bagaimana Milenial Mendefinisikan Ulang Ruang Kerja?  

 

Bagaimana Milenial Mendefinisikan Ulang Ruang Kerja?

Bagaimana Milenial Mendefinisikan Ulang Ruang Kerja?. Energi Generasi Milenial dan Gen Z tidak bisa terbatas pada bilik. Mereka ingin membebaskan diri dan bernafas dalam lingkungan yang kondusif dan menginspirasi. Ledakan start-up India dan digitalisasi industri India mendefinisikan ulang tren tempat kerja. Mulai dari gaya kerja, etika, dan keahlian hingga desain tempat kerja semuanya berubah, menjadi lebih baik.

Ruang kerja fungsional kini menjadi alat perekrutan dan keterlibatan karyawan. Selanjutnya, berdasarkan studi tahun 2017 dari IPSOS, sebuah survei yang dilakukan terhadap generasi milenial di AS, 76% responden yang termasuk dalam kelompok usia 18 dan 34 tahun merasa bahwa desain dan estetika kantor sangat mempengaruhi kesan mereka terhadap sebuah perusahaan. Jadi, jika Anda ingin menarik dan mempertahankan kumpulan bakat futuristik, Anda harus mengimbangi yang lain di arena ruang kerja.

Terkait : Kriteria Kantor Idaman Millenial, Kantormu Seperti Ini, Kah?

 

Ambil Isyarat Dan Dapatkan Inspirasi

Steve Jobs mengajari kami satu hal sederhana namun signifikan, "Design Matters". Konsep sederhana ini bisa menjadi pengubah permainan untuk Anda. Amplop desain tempat kerja telah didorong lebih jauh, dan inilah saatnya kita mengambil petunjuk dari yang terbaik di dunia dan mendapatkan inspirasi untuk berbuat lebih banyak. Inilah dosis inspirasi Anda:

  • Facebook pindah ke kantor "tanah fantasi beratap taman" seluas 430.000 kaki persegi.
  • Apple memiliki rencana untuk kampus Cupertino baru yang akan terlihat seperti pesawat ruang angkasa alien raksasa.
  • Google akan memiliki kantor pusat mountain view baru yang akan memiliki bermil-mil kaca super transparan. Ruang kerja interior akan sangat dapat disesuaikan dan futuristik serta dapat dibentuk ulang oleh robot dan derek sesuai kebutuhan.

Ini adalah raksasa teknologi yang sudah terkenal dengan tempat kerja inovatif mereka, namun mereka tahu bahwa mereka belum cukup berbuat. Jadi, mereka terus mendorong batasan mereka dan terus menang.

 

Kiat untuk Membuktikan Milenial di Kantor Anda

Selalu ada ruang untuk perbaikan. Jadi, apakah Anda ingin meningkatkan ruang kerja Anda untuk merayu milenial atau sedang mencari inspirasi untuk membuat workstation baru untuk tenaga kerja yang lebih muda, lihat tips berikut yang akan memandu Anda menjalani kantor yang tahan milenial:


1. Furnitur Ergonomis Untuk Gaya Hidup Aktif

Milenial sadar kesehatan dan mereka terpesona dengan tempat-tempat yang mendorong gaya hidup sehat bahkan selama jam kerja. Perabotan ergonomis dapat dengan mudah digabungkan dalam pengaturan baru atau yang sudah ada. Ini termasuk meja dengan ketinggian yang dapat disesuaikan, bangku dan kursi aktif, kursi bola, bangku bertengger untuk memungkinkan gerakan bebas sambil duduk dan juga memberikan postur yang nyaman. Ini melindungi kita dari penyakit gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan tidak heran itu sangat populer di kalangan milenial. Di Grabhouse, kami bereksperimen dengan berbagai jenis furnitur seperti bean bag, sofa, kursi dan meja yang dapat disesuaikan untuk memastikan gaya hidup yang aktif.

Lunar New Year Sale! Promo Spesial Diskon 50% | Promo Absensi Online Kantor Kita

2.  Area Pertemuan Kolaboratif

Kantor harus memiliki tata ruang kerja kolaboratif untuk mempromosikan semangat tim dan berbagi ide secara bebas. Pengaturan kolaboratif ini dapat dengan mudah digabungkan di kantor di area yang tidak terpakai atau jarang digunakan. Idenya adalah menjaga ruang tetap informal dan mudah diakses untuk mengadakan pertemuan dan diskusi cepat. Ini adalah cara sederhana untuk mencapai ruang kerja yang apik dan menginspirasi tanpa menguras kantong. Area terbuka atau area yang tidak terpakai dengan furnitur yang nyaman, koordinasi warna akan berhasil. Untuk salah satu klien kami, Co-work, kami menciptakan area pertemuan kolaboratif dengan kursi yang nyaman, pencahayaan modern, dan kutipan yang menginspirasi. Ini akan digunakan untuk diskusi santai dan formal.

3. Memadukan Kesenangan dan Bisnis

Milenial dianggap sebagai generasi paling stres yang pernah ada. Stres menghambat produktivitas mereka dan meningkatkan tingkat gesekan. Untuk menenangkan saraf mereka dan membuat mereka bahagia, penting untuk menggabungkan pekerjaan dengan waktu luang tanpa mengorbankan produktivitas. Beberapa perusahaan paling sukses telah menggabungkan kegiatan yang tidak cocok seperti ilmu roket dan bola voli pantai. Upaya mereka telah terbayar dalam jangka panjang.

Kami tidak menyarankan untuk menjadi ekstrim dengan ide ruang kerja yang menyenangkan tetapi hanya beberapa gumpalan meja, meja foosball, atau meja biliar akan sangat membantu dalam melakukan pekerjaan. Beri tahu karyawan Anda bahwa Anda memercayai mereka untuk membuat keputusan yang tepat dan tidak apa-apa untuk bekerja dan bersantai. Ini akan membuat tempat kerja menjadi lebih bahagia dan lebih sehat. Lihat bagaimana kursi santai dapat membantu di ITW.

4. Daya Tarik Ramah Lingkungan

Milenial menganggap serius masalah lingkungan. Mereka vokal tentang preferensi mereka untuk praktik bisnis yang ramah lingkungan. Dari segi desain, cukup mudah untuk memasukkan elemen ramah lingkungan ke dalam skema desain tempat kerja. Beralih ke pencahayaan ramah lingkungan, bahan bangunan, cat, dan produk itu mudah. Selain itu, praktik yang mendorong seperti carpooling atau bersepeda juga bagus. Kami menggabungkan konsep ini di ShopX, di mana kami menempatkan tanaman dalam pot di dalam ruangan dan mendesainnya untuk memastikan cahaya alami yang cukup.

Baca juga artikel tentang Cara Membuat Lingkungan Kerja Menjadi Lebih Menyenangkan dari Kantor Kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Kerja 12 Jam Sehari Apakah Normal?

Dalam dunia kerja, jam kerja adalah salah satu aspek penting yang berpengaruh pada produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Menerapkan ketentuan jam kerja yang wajar dan sesuai standar dapat meningkatkan efisiensi serta kualitas kerja karyawan. Namun, saat ini banyak perusahaan yang menerapkan jam kerja 12 jam sehari, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah ini merupakan praktik yang normal dan sehat. Artikel ini akan membahas pro dan kontra dari jam kerja 12 jam sehari serta dampaknya pada karyawan dan perusahaan. Jam kerja 12 jam sehari mengacu pada praktik di mana karyawan diharuskan bekerja selama 12 jam penuh setiap harinya. Praktik ini bisa berlangsung dalam jangka waktu tertentu, misalnya selama beberapa hari dalam seminggu atau selama beberapa minggu berturut-turut. Beberapa perusahaan menganggap jam kerja 12 jam sehari sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas atau mengatasi kekurangan tenaga kerja. Persepsi mengenai jam kerja 12 jam sehari dapat beragam. Beberapa ...

Apa Perbedaan Cuti Welas Asih dan Cuti Berkabung?

Cuti welas asih dan cuti berkabung mungkin merupakan masalah paling sensitif untuk dikelola oleh departemen SDM mana pun. Lakukan dengan benar, dan Anda akan membantu seseorang mengatasi salah satu periode tersulit dalam hidup mereka. Tapi salah, dan Anda bisa menyebabkan kesal, dendam, dan bahkan mungkin trauma abadi. Kami menyusun panduan penting ini untuk membantu Anda menyusun kebijakan yang cocok untuk semua orang. Apa itu Cuti Welas Asih? Cuti welas asih adalah bentuk ketidakhadiran yang diambil ketika seorang karyawan harus menghadapi situasi sensitif atau menjengkelkan. Contoh situasi dapat meliputi: Ketika seorang teman dekat atau anggota keluarga sakit parah atau terluka parah Jika mereka telah menjadi korban kejahatan Jika mereka pernah menyaksikan atau terlibat dalam peristiwa traumatis Apa itu cuti berkabung? Cuti berkabung adalah cuti karyawan yang ditawarkan di tempat kerja yang memberikan waktu istirahat kepada karyawan setelah kehilangan anggota keluarga atau teman. ...

Cara Mencapai Jenjang Karir Menjadi Seorang Supervisor

Karir adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan dan peluang. Bagi banyak individu, menjadi seorang supervisor adalah langkah penting dalam meraih puncak kesuksesan dalam dunia kerja. Seorang supervisor memiliki peran yang penting dalam mengawasi tim kerja, mengelola operasional harian, dan memimpin anggota tim menuju pencapaian tujuan bersama. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah dan persiapan yang diperlukan untuk meraih jenjang karir menjadi seorang supervisor. Rekomendasi Software Perkantoran : Software Absensi Karyawan Langkah-langkah Menjadi Seorang Supervisor Menjadi seorang supervisor adalah langkah penting dalam perkembangan karir di dunia kerja. Peran ini membutuhkan keterampilan kepemimpinan, kemampuan mengelola tim, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menjadi seorang supervisor yang sukses 1. Memahami Peran dan Tanggung Jawab Supervisor Sebelum memutuskan untuk meng...