Langsung ke konten utama

Apa Perbedaan Cuti Welas Asih dan Cuti Berkabung?


Cuti welas asih dan cuti berkabung mungkin merupakan masalah paling sensitif untuk dikelola oleh departemen SDM mana pun. Lakukan dengan benar, dan Anda akan membantu seseorang mengatasi salah satu periode tersulit dalam hidup mereka. Tapi salah, dan Anda bisa menyebabkan kesal, dendam, dan bahkan mungkin trauma abadi. Kami menyusun panduan penting ini untuk membantu Anda menyusun kebijakan yang cocok untuk semua orang.


Apa itu Cuti Welas Asih?

Cuti welas asih adalah bentuk ketidakhadiran yang diambil ketika seorang karyawan harus menghadapi situasi sensitif atau menjengkelkan.

Contoh situasi dapat meliputi:

  1. Ketika seorang teman dekat atau anggota keluarga sakit parah atau terluka parah

  2. Jika mereka telah menjadi korban kejahatan

  3. Jika mereka pernah menyaksikan atau terlibat dalam peristiwa traumatis


Apa itu cuti berkabung?

Cuti berkabung adalah cuti karyawan yang ditawarkan di tempat kerja yang memberikan waktu istirahat kepada karyawan setelah kehilangan anggota keluarga atau teman. Kehilangan tersebut dapat mempengaruhi keadaan emosi Anda dan mempengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda. Kebijakan berkabung bervariasi untuk perusahaan yang berbeda. Misalnya, cuti berkabung dapat memenuhi syarat sebagai cuti berbayar atau tidak berbayar tergantung pada pemberi kerja Anda. Pastikan Anda memahami dan bertanya tentang kebijakan cuti di perusahaan tempat Anda bekerja.


Apa perbedaan antara Cuti Welas Asih dan Cuti Berkabung?

Kedua frasa itu biasa memiliki arti yang sama, tetapi cuti berkabung khusus untuk mengambil cuti kerja setelah kematian orang yang dicintai. Sementara itu, cuti welas asih adalah waktu yang diambil untuk merawat orang terdekat seperti kerabat atau tanggungan. Cuti berkabung dan cuti welas asih umumnya memiliki arti yang sama. Istilah tersebut mungkin memiliki arti hukum yang berbeda di negara lain. Cuti welas asih juga memungkinkan Anda mengambil cuti untuk keadaan yang tidak melibatkan meninggalnya orang yang Anda kasihi, seperti merawat anak yang sakit atau menghadiri urusan keluarga yang mendesak.


Apa saja kebijakan cuti berkabung?

Kebijakan berkabung dapat mencakup bagian berikut:

  1. Panduan: Bagian ini umumnya mencakup informasi tentang menghadiri pemakaman, mengelola detail keuangan atau pribadi, dan memulihkan mental dan emosional.

  2. Kelayakan: Kebijakan dapat menyatakan siapa yang dapat memanfaatkan ketentuan cuti berkabung. Misalnya, perusahaan dapat membatasi kebijakan untuk karyawan penuh waktu atau membatasinya pada keadaan yang melibatkan kematian kerabat dekat.

  3. Prosedur: Elemen kebijakan cuti berkabung ini dapat membantu Anda dan anggota tim lainnya memahami cara meminta cuti dan memberikan perincian tentang tunjangan yang tersedia.

  4. Durasi: Kebijakan cuti berkabung juga dapat menyatakan apakah Anda dapat memperpanjang cuti berbayar menjadi cuti tidak berbayar dan bagaimana cara melakukannya. Memahami kebijakan perusahaan Anda membantu memandu keputusan Anda dan mempermudah merencanakan keadaan yang tidak terduga.


Bagaimana jika atasan tidak menawarkan cuti berkabung?

Jika atasan Anda tidak memiliki kebijakan cuti berkabung yang eksplisit, Anda mungkin masih dapat mengambil cuti setelah kehilangan orang yang Anda cintai. Beberapa pemberi kerja mungkin meminta Anda mengambil cuti di bawah kebijakan cuti sakit perusahaan atau menggunakan waktu liburan Anda. Anda dapat meneliti Undang-Undang Cuti Keluarga dan Medis (FMLA), yang memberikan cuti tanpa bayaran dalam keadaan tertentu. FMLA umumnya tidak mengizinkan cuti karena berkabung, tetapi Anda dapat meminta cuti yang tidak dibayar berdasarkan FMLA untuk merawat orang yang dicintai untuk keperluan medis.



Untuk pengajuan cuti yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan software HRD perusahaan. Salah satu software HR terbaik yang bisa Anda gunakan sebagai solusi adalah software HRIS Kantor Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Kerja 12 Jam Sehari Apakah Normal?

Dalam dunia kerja, jam kerja adalah salah satu aspek penting yang berpengaruh pada produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Menerapkan ketentuan jam kerja yang wajar dan sesuai standar dapat meningkatkan efisiensi serta kualitas kerja karyawan. Namun, saat ini banyak perusahaan yang menerapkan jam kerja 12 jam sehari, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah ini merupakan praktik yang normal dan sehat. Artikel ini akan membahas pro dan kontra dari jam kerja 12 jam sehari serta dampaknya pada karyawan dan perusahaan. Jam kerja 12 jam sehari mengacu pada praktik di mana karyawan diharuskan bekerja selama 12 jam penuh setiap harinya. Praktik ini bisa berlangsung dalam jangka waktu tertentu, misalnya selama beberapa hari dalam seminggu atau selama beberapa minggu berturut-turut. Beberapa perusahaan menganggap jam kerja 12 jam sehari sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas atau mengatasi kekurangan tenaga kerja. Persepsi mengenai jam kerja 12 jam sehari dapat beragam. Beberapa ...

Kelebihan Menggunakan Aplikasi Absensi Karyawan Online

  Kelebihan Menggunakan Aplikasi Absensi Karyawan Online 1. Menjaga Budaya Perusahaan  Banyak organisasi mungkin tidak mengetahui hal ini, tetapi membangun budaya yang kuat adalah salah satu manfaat langka dari aplikasi absensi online . Karyawan ingin dapat mengakses data mereka tanpa keterlibatan pihak ketiga. Jadi keterlibatan karyawan dan fitur swalayan seperti survei, jajak pendapat, penggajian, dll. dapat membuat semua perbedaan.  Sistem otomatis  memberi karyawan Anda semua informasi yang mereka butuhkan, seperti saldo liburan, untuk membantu mereka  merencanakan jadwal mereka. Selain itu, budaya perusahaan yang kuat ini  meningkatkan moral karyawan Anda, dan sebagai imbalannya Anda  mendapatkan tempat kerja yang bahagia dan produktif.  2. Pribadi dan Fleksibel  Saat ini pemberi kerja melakukan segalanya untuk belajar dan beradaptasi dengan lingkungan modern. Dengan maraknya tempat kerja hybrid, Anda tidak ingin karyawan m...